Sabtu, 14 November 2015

Mengenal Organisasi

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
            Untuk memenuhi kebutuhan finasial ataupun sosial seseorang, tidak sedikit sekumpulan orang yang berinisiatif untuk membentuk suatu organisasi. Entah itu organisasi yang merujuk kepada laba maupun tidak. Dibuktikan dengan membludaknya organisasi-organisasi seperti OSIS, MPK, karang taruna, hingga organisasi-organisasi tingkat tinggi seperti partai politik.
            Banyak orang-orang yang tidak mengerti secara mendalam tentang apa itu organisasi. Padahal untuk menciptakan suatu organisasi yang kokoh dibutuhkan pengetahuan akan organisasi yang kuat untuk menopang segala masalah yang menimpa.
Dengan ini saya membuat makalah berjudul “Mengenal Organisasi” untuk menginformasikan segala tentang organisasi yan diharpkan dapat bermanfaat bagi pembaca.
I.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu organisasi?
2.      Apa tujuan dibentuknya organisasi?
3.      Apa ciri-ciri dari organisasi?
4.      Bagaimana bentuk-bentuk dan struktur organisasi?
5.      Apa perbedaan antara struktur organisasi garis, garis dan staff, serta fungsional?
6.      Apa alasan timbulnya organisasi informal dalam perusahaan?
I.3 TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk menginformasikan apa yang dianggap penting dari organisasi.
2.      Untuk menyelesaikan tugas softskill yang diberkan oleh Universitas Gunadarma.

BAB II
TEORI
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil.
Contohnya : Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Ciri-ciri organisasi lini :
·     Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
·     Jumlah karyawan sedikit
·     Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
·     Belum terdapat spesialisasi
·     Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
·     Struktur organisasi sederhana dan stabil
·     Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
·     Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
1.      Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
2.      Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
3.      Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
4.      Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
5.    Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
6.      Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
7.      Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
8.      Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
9.      Adanya penghematan biaya
10.  Pengawasan berjalan efektif
Kelemahan-kelemahan organisasi garis adalah :
1.      Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
2.      Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
3.      Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
4.      Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
5.      Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
6.      Kurang tersedianya saf ahli
ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiran saran-saran, data informasi yang dibutuhkan:
Ciri-ciri organisasi lini dan staff :
1.      Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
2.      Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
3.      Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
4.      Jumlah karyawan banyak
5.      Organisasi besar, bersifat komplek
6.      Adanya spesialisasi
Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf adalah :
1.      Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2.      Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
3.      Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
4.      Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
5.      Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
6.      Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
7.      Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
8.      Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli
Kelemahan-kelemahan dari bentuk organisasi garis dan staf adalah :
1.      Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
2.      Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
4.      Pimpinan lini mengabaikan advis staf
5.      Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
6.      Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
8.    Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Ciri-ciri organisasi fungsional :
1.      Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
2.      Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
3.      Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
4.      Target-target jelas dan pasti
5.      Pengawasan ketat
6.      Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi
Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasi fungsional adalah :
1.      Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
2.      Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
3.      Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
4.      Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
5.      Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
6.      Pembidangan tugas menjadi jelas
Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional adalah :
1.      Pekerjaan seringkali sangat membosankan
2.    Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
3.      Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

BAB III
ANALISIS
Pada intinya, organisasi adalah kumpulan sekelompok orang yang memiliki suatu tujuan yang sama dan memutuskan untuk membentuk suatu ikatan. Organisasi terbagi menjadi organisasi formal dan informal. Organisasi formal ialah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Organisasi formal dibagi lagi menjadi organisasi garis, organisasi garis dan staff, dan organisasi fungsional. Sedangkan, Organisasi informal adalah organisasi yang akan timbul apabila anggota organisasi formal merasa kebutuhannya tidak terpenuhi oleh organisasi formal,karena itu dapat dikatakan bahwa organisasi informal dapat disebut sebagai suatu bayangan organisasi formal. Kebutuhan – kebutuhan yang dimaksud adalah :
1. Kebutuhan social
2. Rasa memiliki dan pengenalan diri
3. Pengetahuan tentang perilaku yang diterima
4. Perhatian (simpati)
5. Bantuan dalam pencapaian tujuan
6. Kesempatan berpengaruh dan berkreasi
7. Pelestarian nilai – nilai budaya
8. Komunikasi dan informasi

BAB IV
REFERENSI




Rabu, 28 Oktober 2015

Trend Bisnis Properti - Apartemen

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk yang terjadi di Indonesia telah menciptakan lahan bisnis yang menjanjikan bagi sektor properti. Kebutuhan manusia akan tempat tinggal merupakan kebutuhan primer manusia. Seiring dengan meningkatnya angka kependudukan, kebutuhan penduduk akan tempat tinggal pun akan terus meningkat. Yang mana hal ini menyebabkan lahan pembangunan juga semakin sempit

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh sekitar 5 % pada tahun-tahun terakhir ini sangatlah ditunjang oleh pertumbuhan sektor riil salah satunya yaitu sektor bangunan yang mencakup industri properti. Di negara-negara maju dan berkembang, pembangunan dan bisnis properti tumbuh dengan pesat.
  
Dengan situasi lahan yang semakin berkurang, bisnis properti yang dianggap cocok saat ini adalah apartemen. Dengan itu, kami membuat makalah bisnis apartemen ini.

I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil beberapa perumusan masalah, antara lain sebagai berikut: 
1)     Apa pengertian properti? 
2)     Bagaimana cara memulai bisnis apartemen?
3)     Bagaimana strategi pemasaran apartemen?
4)     Bagaimana cara mengelola apartemen?

I.3 Tujuan Penulisan 
Sejalan dengan perumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan:
1)     Untuk mengetahui pengertian properti.
2)     Untuk mengetahui kegiatan pokok dalam memulai bisinis apartemen.
3)     Mengetahui cara memulai bisnis apartemen
4)     Merencanakan strategi usaha dan strategi pemasaran untuk mempertahankaan bisnis apartemen yang dikerjakan
5)     Memenuhi tugas softskill pengantar bisnis


BAB II
TEORI
Dalam ilmu penilaian, properti diartikan sebagai harta kekayaan. Menurut Real Estat Handbook. Properti didefinisikan sebagai: the rights that one individual has in lands or goods to the exclusion of all others, rights gained from the ownership of wealth.
Pemahaman arti properti ini sendiri menjadi sangat luas, namun pada dasarnya merupakan suatu hak yang dimiliki oleh seseorang atas properti tersebut.
Sedangkan untuk Real Estat didefinisikan sebagai: in law, land and everything more or less attached to it. Ownership below to the center of the earth and above to the heavens. In business the activities concerned with ownership and use transfers of the physical property. Tentunya definisi ini berbeda dengan apa yang berlaku di Indonesia bahwa apa yang ada di dalam bumi dan di atas bumi tidak dapat dimiliki oleh perseorangan karena hukum pertahanan di Indonesia menganut azas horizontal.
Properti menunjukkan kepada sesuatu yang biasanya dikenal sebagai entitas dalam kaitannya dengan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang atas suatu hak eksklusif. Bentuk yang utama dari properti ini adalah termasuk real property (tanah), kekayaan pribadi (personal property) (kepemilikan barang secara fisik lainnya), dan kekayaan intelektual. hak dari kepemilikan adalah terkait dengan properti yang menjadikan sesuatu barang menjadi "kepunyaan seseorang" baik pribadi maupun kelompok, menjamin si pemilik atas haknya untuk melakukan segala suatu terhadap properti sesuai dengan kehendaknya, baik untuk menggunakannya ataupun tidak menggunakannya, untuk mengalihkan hak kepemilikannya. Beberapa ahli filosofi menyatakan bahwa hak atas properti timbul dari norma sosial. Beberapa lainnya mengatakan bahwa hak itu timbul darimoralitas atau hukum alamiah (natural law)
Beragam kelompok ilmu seperti hukum, ekonomi, antropologi, sosiologi menerapkan konsep tersebut secara lebih sistematis, namun definisi yang diberikan berbeda antara satu bidang imu dengan yang lainnya. Dalam bidang ilmu sosial, seringkali istilah properti ini digunakan sebagai "suatu kelompok hak" dan ditekankan bahwa properti adalah bukan merupakan suatu hubungan antara manusia dan barang, namun lebih merupakan hubungan antara "penghargaan manusia atas barang".
"Properti pribadi" kadang digunakan sebagai sesuatu istilah yang maknanya mirip dengan " kepemilikan individu", tetapi istilah tersebut juga dapat digunakan untuk suatu kepemilkan properti secara kolektif dalam bentuk " "kepemilikan perusahaan" ,[1] dan beberapa filsuf seperti Karl Marx menggunakan istilah ini untuk menjelaskan hubungan sosial antara mereka yang menjual tenaganya dan mereka yang membelinya ( menggunakan tenaga tersebut) . Kesemuanya ini adalah berbeda dengan properti publik , yang merupakan hak kepemilikan dari seluruh komunitas secara kolektif atau suatu negara.
Hak kepemilikan properti modern mengandung suatu hak kepemilikan dan hak penguasaan yang merupakan milik dari suatu perorangan yang sah, walaupun apabila perorangan tersebut bukan merupakan bentuk orang yang sesungguhnya. Misalnya pada perusahaan, dimana perusahaan memiliki hak-hak setara dengan hak warga negara lainnya termasuk hak-hak konstitusi, dan oleh karena itulah maka perusahaan disebut sebagai badan hukum.
Properti biasanya digunakan dalam hubungannya dengan kesatuan hak termasuk :
1.     Kontrol atas penggunaan dari properti
2.      Hak atas segala keuntungan dari properti ( misalnya "hak tambang", "hak sewa")
3.      Suatu hak untuk mengalihkan atau menjual properti
4.      Suatu hak untuk memiliki secara eksklusif
Sistem hukum telah berkembang sedemikian rupa untuk melindungi transaksi dan sengketa atas penguasaan, penggunaan, pemanfaatan, pengalihan dan pembagian properti, dimana sistem tersebut termasuk dengan yang biasa dikenal dengan istilah kontrak (perjanjian) Hukum positif menegaskan hak -hak tersebut dan untuk menghakimi dan melaksanakan penerapannya maka digunakan suatu sistem hukum sebagai sarananya.


BAB III
ANALISIS
Pembangunan skala besar yang kian marak terjadi di Indonesia mengakibatkan kelangkaan lahan kosong. Bisnis properti yang dianggap cocok ditengah fenomena ini adalah apartemen.
Dengan terbatasnya lahan yang ada, orang-orang pun akan memilih aprtemen sebagai pilihan hunian alternatif.
Apartemen umumnya menggunakan lahan yang lebih kecil daripada perumahan. Pembangunan apertemen, seperti yang sering kita lihat, dibangun secara vertikal. Dengan artian, lebih memfokuskan pembangunan ke atas daripada ke samping. Yang tentunya, lebih menghemat lahan.
Memulai bisnis properti memang akan meraup kocek yang tidak sedikit, karena itu untuk memulai bisnis properti diperlukan perhatian dan pertimbangan yang lebih. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis apartemen:
·         Lakukan riset terhadap lahan
Usahakanlah lokasi tidak jauh dari sarana-sarana umum. Kawasan yang dekat dengan pusat kota memang bagus. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan perkembangan kota kedepannya. Jangan sampai kota yang akan kita gunakan sebagai lahan bisnis kita tidak dikembangkan oleh pemerintah.
·         Lakukan riset terhadap masyarakat
Selain lokasi lahan, kita juga harus memperhatikan masyarakat sekitar. Apakah masyarakat sekitar akan mampu untuk menunjang bisnis apartemen ini.
            Setelah melakukan riset-riset diatas, Berikut ini adalah cara untuk memulai bisnis apartemen:
·         Belilah lahan yang strategis
Carilah lahan yang potensi perkembangannya pesat dan dikelilingi oleh masyarakat yang berpotensi untuk menunjang bisnis kita.
·         Bangun apartemen dengan fasilitas lengkap dan menarik
Umumnya, untuk membeli suatu unit apartemen, fasilitas menjadi prioritas para pembeli. Kelengkapan dan kemenarikan fasilitas sudah pasti akan menarik hati para pembeli.
·         Buatlah sistem keamanan yang ketat
Maraknya tindakan kriminal seringkali membuat para pembeli gelisah. Oleh karena itu, pasanglah perangkat keamanan seperti CCTV untuk membantu para aparat keamanan yang akan lebih meyakinkan para pembeli bahwa apartemen ini aman.
·         Meyakinkan para investor
Investor membawa pengaruh besar dalam perkembangan bisnis apartemen kedepan. Dengan penanaman dana dari investor, apartemen akan memiliki prospek yang lebih baik.
Apartemen yang terkenal tidak luput dari promosi yang gencar dan efektif. Untuk meningkatkan keeksistensian apartemen, berikut strategi pemasaran apartemen:
  • Memanfaatkan media promosi yang cukup efektif.
    Melakukan promosi melalui beberapa media dan kegiatan yang familiar di lingkungan masyarakat. Anda juga bisa melakukannya melalui iklan di media massa seperti koran, tabloid, majalah serta radio.
  • Produk Berkualitas
    Sebaiknya perhatikan kebersihan lingkungan sekitar, faktor pencahayaan serta pemandangan alam disekelilingnya, kelengkapan legal document (surat izin bangunan), serta jaminan kenyamanan dan keamanan bagi para penghuninya.
  • Strategi Open House
    Strategi open house untuk menciptakan kepercayaan kepada konsumen. Konsumen lebih tertarik untuk mengunjungi langsung lokasi hunian yang ditawarkan sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli unit tersebut.
  • Memasarkan via online
    Pada saat ini, bisnis properti online mulai banyak peminatnya. Anda dapat menginformasikan apartemen Anda, memasang iklan baris ataupun banner di situs online lainnya, berbagi informasi mengenai perkembangan bisnis properti di forum-forum online. Pada saat ini 
    pemasaran online banyak dilakukan karena hampir semua orang melakukan pembelian via online.
  • Jam Layanan yang Fleksibel
    Anda memberikan ruang transaksi yang luas, mendahulukan kepentingan pembeli dengan bersedia melakukan transaksi kapan saja.
Manajemen Apartemen juga merupakan hal yang tidak boleh dilupakan. Tanpa adanya pengelolaan, bisnis tidak akan bisa bertahan. Dalam manajemen apartemen, tugas yang harus dilakukan adalah tugas yang rinci.
1.    Mengumpulkan uang sewa tepat waktu
2.    Menindaklanjuti tunggakan sewa
3.    Menjaga properti sesuai keinginan pemilik
4.    Menyiapkan laporan keuangan bulanan
5.    Mengkomunikasikan permasalahan kepada pemilik unit
Dalam rangka untuk menghasilkan kinerja yang optimal dan berada di posisi terdepan, langkah-langkah manajemen properti di atas sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, Anda harus menghargai penyewa agar penyawa tetap merasa senang dan puas.
Misalnya, segera menanggapi permintaan penyewa dapat memperkuat hubungan Anda dengan mereka. Sebagai seorang manajer properti profesional, Anda harus memiliki hubungan baik dengan para penyewa dan pemilik. Hal ini akan membuat Anda agar tidak sulit untuk menyelesaikan tugas-tugas pengelolaan. Ada beberapa tips lagi yang dapat membantu Anda untuk sukses dalam mengelola properti. Misalnya, Anda harus memberitahukan kepada pemilik properti tentang semua informasi yang terjadi saat ini. Membuat catatan tertulis dengan penyewa dan semua pihak ketiga dapat menjadi catatan yang cukup akurat. Untuk mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari para penyewa, berkomunikasi dengan para penyewa secara teratur akan menjadi langkah yang baik.
Selain itu, tetap berpegang pada aturan yang ditetapkan oleh pemilik properti. Waktu adalah sumber daya terbaik untuk seorang manajer properti, sehingga tetap buat jadwal yang baik untuk setiap harinya. Anda harus mampu mengelola semua laporan, surat, email, sewa, negosiasi, komunikasi, dan tunggakan. Keberhasilan Anda sebagai manajer properti profesional tidak hanya tergantung pada kemampuan dan efisiensi, tetapi juga dengan cara kesepakatan yang dilakukan dengan klien. Saran terakhir adalah tidak mengabaikan komunikasi dan kualitas Anda dalam bekerja. Karena mereka harus menjadi prioritas Anda.


BAB IV
REFERENSI

Jumat, 09 Oktober 2015

BELAJAR BISNIS

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Bisnis adalah suatu kegiatan ekonomi yang sudah tidak asing lagi bagi umat manusia. Dari mulai terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, kegiatan bisnis terus berjalan. Bisnis merupakan hal yang laris dilakukan umat manusia dari mulai golongan muda hingga golongan tua.
Seiring dengan perkembangan teknologi, bisnis yang pada mulanya hanya bisa dilakukan secara tatap muka, kini bisa dilakukan secara maya dengan perantara sebuah gadget.
Dengan semakin berkembangnya dunia bisnis, banyak orang-orang yang tergiur untuk berkecimpung dalam dunia bisnis. Oleh karena itu, saya membuat makalah “Belajar Bisnis” yang diharapkan dapat membantu orang-orang yang ingin merambahkan dirinya ke dalam dunia bisnis.
I.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Apa itu bisnis?
2.      Apa saja jenis-jenis bisnis?
3.      Mengapa harus belajar bisnis?
4.      Apa tujuan kebijakan bisnis?
I.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Memenuhi tugas softskill ‘pengantar bisnis’ yang diberikan oleh Universitas Gunadarma.
2.      Memberikan informasi dasar seputar bisnis.

BAB II
LANDASAN TEORI
Peterson dan Plowman mengemukakan bahwa bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pembelian ataupun penjualan barang dan jasa yang dilakukan secara berulang-ulang. Menurut paterson dan plowman, penjualan jasa ataupun barang yang hanya terjadi satu kali saja bukanlah merupakan pengertian bisnis.

Menurut Hunt dan Urwick, bisnis ialah segala perusahaan apapun yang membuat, mendistribusikan ataupun menyediakan berbagai barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu dalam membeli atau membayarnya.

L.R.Dicksee mengatakan bahwa bisnis adalah suatu bentuk dari aktivitas yang utamanya bertujuan dalam memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan di dalam terjadinya aktivitas tersebut.

Secara umum, bisnis merupakan suatu kegiatan ekonomi yang memperjualbelikan barang atau jasa dan akan menghasilkan keuntungan bagi yang menjalankan kegiatan tersebut.

Bisnis dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

·         Production (Produksi) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengolah suatu bahan atau sumber-sumber yang ada agar tercipta suatu produk yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi (menaikan faedahnya).
·         Distribution (Distribusi) adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan.
·         Consumtion (Konsumen) adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Tujuan kebijakan bisnis:

·         Melindungi Usaha Kecil dan Menengah
Kebijakan bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas bisnis di negara kita ini di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah untuk usaha. Padahal justru usaha kecil ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan mempunyai daya saing.

·         Melindungi Lingkungan Hidup Sekitarnya
Melakukan bisnis atau usaha di negara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan. Aturan tersebut antara lain adalah bertujuan untuk tidak merusak atau memberi dampak negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut. Tidak dibenarkan jika membuang limbah ke tempat yang di manfaatkan oleh penduduk sekitar, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan meminimalisasikan dampak negatif yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.

·         Melindungi Konsumen
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan karena mengonsumsi barang atau jasa yang di produksi dari para pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan pelayanannyapun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak segan-segan untuk bekerja sama kembali.

·         Pendapatan Pemerintah
Banyaknya bisnis yang beroperasi di negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi negara kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut dengan Devisa. Semakin banyak untung atau laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin besar pula ia harus membayar pajak negara, demikian juga sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di negara kita ini. Namun, sering terjadi penyelewengan terhadap uang yang seharusnya menjadi hak rakyat ini (korupsi).

BAB III

ANALISIS

Bisnis sebenarnya adalah suatu kegiatan yang saling menguntungkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis akan menguntungkan pemiliknya. Tetapi dengan berbisnis juga kita telah menciptakan lapangan kerja yang akan menjadi harapan bagi orang-orang yang membutuhkannya. Untuk menaikkan standar hidup, bisnis adalah suatu kegiatan yang efisien. Bisnis tidak memiliki batas umur, berbeda dengan pekerjaan di perusahaan yang pada akhirnya akan pensiun. Dengan mengelola bisnis sendiri, kita dapat mendapatkan profit yang lebih dibandingkan bekerja untuk orang lain.
  
BAB IV

REFERENSI

http://materikuliahgue.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-bisnis-dan-jenis-jenis-bisnis.html
Budi Untung, 2012. Hukum dan Etika Bisnis. Yogyakarta: CV Andi Offset.