BAB I –
PENDAHULUAN
I.1 Latar
Belakang
Seorang pimpinan tentu tidak akan bisa menyelesaikan
semua tugaas yang ada seorang diri. Dibutuhkan sejumlah staff pembantu untuk
menyelesaikan tugas tersebut. Salah satu staff pembantu yang paling dekat
secara hirearki adalah sekretaris.
Walaupun kelihatannya sekretaris hanya membantu
pimipinan, sekretaris sebenarnya memiliki tanggungan yang sangat berat dalam
bidang tata usaha. Maka dari itu, untuk menjadi sekretaris diperlukan
kulifikasi yang tinggi.
I.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa
peran sekretaris dalam bisnis?
2.
Kualifikasi
apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi sekretaris?
I.3 Tujuan
Penulisan
1.
Untuk
mengetahui peran dan kualifikasi seorang sekretaris.
2.
Untuk
memenuhi tugas softskill pengantar bisnis yang diberikan Universitas Gunadarma.
BAB II – TEORI
Dalam suatu organisasi atau
perusahaan, pimpinan perusahaan pada umumnya dibantu oleh sekretaris.
Sekretaris membantu pimpinannya salah satunya melalui kegiatan tata usaha yang
telah dijelaskan di atas.
Sekretaris mempunyai arti rahasia
atau orang yang memegang rahasia. Pengertian umum sekretaris mempunyai arti
atau sama dengan penulis (notulen), walaupun sebenarnya pengertian penulis di
sini tidak sama dengan penulis cerita pendek ataupun novel. Pengertian penulis
di sini, orang yang berkaitan dengan kegiatan tulis-menulis atau catat-mencatat
dari suatu kegiatan perkantoran atau perusahaan.
Dari peranan-peranan tata usaha
tersebut, maka tata usaha merupakan proses penyelenggaraan yang berwujud 6
pola, yaitu :
1. Menghimpun, yaitu kegiatan-kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan sehingga siap untuk diperlukan.
2. Mencatat, yaitu kegiatan membubuhkan dengan berbagai peralatan tulis keterangan-keterangan yang diperlukan hingga berwujud tulisan yang dapat dibaca, dikirm, dan disimpan. Dalam perkembangan teknologi modern sekarang ini termasuk pola mematerikan keterangan-keterangan itu dengan alat-alat perekan suara sehingga dapat didengar.
3. Mengelola, yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud menyajikannya dalam bentuk yang lebih berguna.
4. Mengadakan, yaitu kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
5. Mengirim, yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari pihak ke pihak lain.
6. Menyimpan, yaitu menaruh alat dengan berbagai cara dan ditempatkan di tempat tertentu.
1. Menghimpun, yaitu kegiatan-kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan sehingga siap untuk diperlukan.
2. Mencatat, yaitu kegiatan membubuhkan dengan berbagai peralatan tulis keterangan-keterangan yang diperlukan hingga berwujud tulisan yang dapat dibaca, dikirm, dan disimpan. Dalam perkembangan teknologi modern sekarang ini termasuk pola mematerikan keterangan-keterangan itu dengan alat-alat perekan suara sehingga dapat didengar.
3. Mengelola, yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud menyajikannya dalam bentuk yang lebih berguna.
4. Mengadakan, yaitu kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
5. Mengirim, yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari pihak ke pihak lain.
6. Menyimpan, yaitu menaruh alat dengan berbagai cara dan ditempatkan di tempat tertentu.
Sebagai pembantu pimpinan, seorang sekretaris harus
memiliki syarat-syarat tertentu agar seorang sekretaris dapat melaksanakan
perkerjaan sebaik-baiknya. Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki untuk
menjadi sekretaris adalah:
1. Syarat
Kepribadian
Tidak banyak orang mempunyai bakat untuk menjadi
sekretaris yang baik, namun demikian bakat saja tidak cukup bilamana kita tidak
tahu kepribadian yang bagaimana harus kita punyai untuk menjadi seorang
sekretaris yang baik itu.
Adapun kepribadian yang dikehendaki itu adalah sebagai
berikut:
a. Harus bersikap mawas diri
b. Bersikap ramah
c. Sabar
d. Simpatik
e. Penampilan diri yang baik
f. Pandai bergaul
g. Dapat dipercaya serta memegang teguh rahasia
h. Dapat bijaksana terhadap orang lain
i. Memiliki ingatan yang baik
j. Mempunyai perhatian atas pekerjaannya, dan
lain-lain
2. Syarat
pengetahuan
Syarat pengetahuan ini
dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Syarat
pengetahuan umum
Seorang sekretaris harus memiliki pengetahuan
kemasyarakatan dan kebudayaan yang dapat mengangkat nama dari
perusahaan. Misalnya:
1. Menguasai dan memahami Bahasa
Indonesia dengan baik dan benar serta menguasai beberapa bahasa
asing secara lisan maupun tertulis, serta memiliki pengetahuan
ekstra.
2. Pengetahuan tentang misi, fungsi, tugas-tugas,
serta struktur organisasi, serta susunan personil.
3. Pengetahuan tentang korespondensi dan tata
kearsipan.
b. Syarat
pengetahuan khusus
Pengetahuan khusus ini, maksudnya adalah sekretaris
mengetahui atau mengerti hal-hal mengenai dimana sekretaris itu bekerja.
Apabila sekretaris itu bekerja pada perusahaan yang bergerak pada bidang usaha perkapalan, maka ia harus mampu
menguasai ilmu perkapalan, begitu pula bila perusahaan itu bidang usahanya
penyewaan apartemen, maka sekretaris itu harus menguasai ilmu keapartemenan,
dan sebagainya.
3. Syarat
keahlian
Setiap sekretaris diharuskan memiliki keterampilan
untuk menunjang pekerjaannya, keterampilan itu meliputi:
a. Mampu menyusun laporan
b. Mampu berkorespondensi
c. Mampu menggunakan Bahasa
Indonesia dan Bahasa Asing lainnya
d. Teknik tata penyimpanan arsip
e. Teknik berkomunikasi dengan telepon
f. Menulis cepat dengan steno
g. Teknik mengetik surat
4. Syarat praktik
Sebelum seorang diangkat sebagai sekretaris, orang
tersebut harus cukup mempunyai pengalaman dalam berbagai pekerjaan tata usaha kantor, maka dengan demikian
orang itu harus mencoba menangani pekerjaan yang tanggung jawabnya belum begitu
luas, misalnya: sebagai resepsionis, operator, korespondensi dan lain-lain.
BAB III – ANALISIS
Sekertaris merupakan staff pembantu
pimpinan di bidang tata usaha. Sekretaris dituntut untuk melakukan pekerjaan
secara teliti. Karena jika ditemukan suatu kesalahan, itu akan berimbas
langsung kepada pimpinan. Karena sekretaris dan pimpinan merupakan satu
kesatuan. Tidak hanya harus menguasai ilmu tata usaha, sekretaris juga
diharuskan untuk mengetahui pengetahuan umum tentang kejadian-kejadian yang
terjadi di dalam masyarakat. Biasanya itu diperlukan untuk bahan pertimbangan
dalam pengambilan keputusan. Sekretaris juga harus memiliki kemampuan
komunikasi yang baik. Itu diperlukan jikalau sekretaris harus menggantikan
pimpinan yang berhalangan hadir dalam suatu pertemuan atau acara.
BAB IV – REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar