Perekonomian Indonesia Saat Ini
Bank Dunia atau World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada 2016 akan mencapai 5,3%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan
pertumbuhan ekonomi pada tahun ini yang diprediksi hanya 4,7%. Dia menambahkan
belanja pemerintah akan tumbuh 3,2% pada 2016, lebih tinggi dari perkiraan
tahun ini 2,1%. Belanja modal pun diyakini tumbuh 5% pada 2016, lebih tinggi
dari perkiraan tahun ini yang 3,7%. ( Ndiame Diop, 2015 )
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman menyebut paket kebijakan ekonomi
yang digulirkan pemerintah mampu mendongkrak ekonomi dalam negeri. Selain
meningkatkan kepercayaan dunia, paket kebijakan juga memperbaiki kondisi makro
ekonomi RI. Rizal menyebut, neraca perdagangan yang surplus hingga menguatnya
nilai tukar rupiah menjadi bukti berhasilnya paket kebijakan pemerintah. (
Rizal Ramli, 2016 )
Nilai tukar rupiah yang tergolong stabil dan inflasi rendah memberi
ruang bagi Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate yang
berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ekonom Bank Central Asia David
Sumual memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga acuan 0,25 persen menjadi
6,75 persen. ( David Sumual, 2016 ) BI masih memiliki ruang untuk menurunkan BI
rate sebesar 25 bps menjadi 6,5%. ( Lana, 2016 )
Penurunan suku bunga acuan dipengaruhi oleh faktor nilai tukar rupiah
masih stabil di posisi sekitar 13.100 per dolar Amerika Serikat pada Jakarta
Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI. Begitu juga dengan inflasi yang masih
rendah di posisi 4,42 persen, bahkan deflasi pada Februari sebesar 0,09 persen.
Selain itu, neraca dagang Februari juga surplus US$ 1,14 miliar, serta,
cadangan devisa menunjukan perbaikan. ( David Sumual, 2016 )
Bank Indonesia (BI) mencatatkan posisi cadangan devisa Indonesia sampai
akhir Februari 2016 sebesar USD104,5 miliar atau lebih tinggi dibandingkan
dengan posisi akhir Januari 2016 sebesar USD102,1 miliar. Bank Indonesia
menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan
menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. ( Tirta Segara,
2016 )
Dengan tanda-tanda pertumbuhan yang telah terjadi, optimisme masyarakat
dunia terhadap Indonesia yang sempat merosot mulai pulih. Titik balik ini,
ditandai dengan banyaknya delegasi dunia yang mulai berdatangan ke Indonesia.
Contohnya, pertemuan delegasi Belgia dipimpin oleh Princess of The Kingdom of
Belgium Astrid Josephin. optimisme ini harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.
Momentum ini, kata dia, bisa jadi peluang Indonesia menarik investasi
sebanyak-banyaknya. ( Rizal Ramli, 2016 )
Stabilnya nilai tukar rupiah, penurunan suku bunga acuan, devisa
bertambah, dan kepercayaan Negara lain terhadap Indonesia yang telah membaik
mengindikasikan bahwa perkonomian Indonesia saat ini telah berjalan ke arah
yang lebih baik. Bahkan Chief Economist PwC mengatakan bahwa Indonesia bisa
menjadi Negara dengan perekonomian yang lebih besar dari Inggris pada 2050 jika
kebijakan yang ada dipertahankan. ( John Hawksworth, 2015 )
REFERENSI
Ade Mustami, Adinda. 2016. “Ekonom nilai masih ada peluang BI rate turun
lagi”. www.kontan.co.id, 17:44, 19 Maret 2016.
Amelie FD, Siska. 2015. “RI Bisa Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar
ke-4 di Dunia”. www.liputan6.com, 21:43,
19 Maret 2016.
Fuad, Hafid. 2016. “Cadangan Devisa Akhir Februari 2016 Meningkat Menjadi
USD104,5 M”. www.sindonews.com, 17:50, 19 Maret 2016.
Miftakhul Jannah, Kurniasih. 2016. “Rizal Ramli: Paket Kebijakan
Dongkrak Ekonomi RI”. www.okezone.com, 17:15, 19 Maret 2016.
Miftakhul Jannah, Kurniasih. 2016. “Rizal Ramli: Optimisme Dunia yang
Merosot Mulai Pulih”. www.okezone.com, 18:04, 19 Maret 2016.
Petriella, Yanita. 2015. “Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia 5,3% Di
2016”. www.bisnis.com, 17:04, 19 Maret 2016.
Setyowati, Desy. 2016. “Ekonomi Terjaga, BI Rate Berpeluang Kembali
Turun 0,25 Persen”. www.katadata.co.id, 17:31, 19 Maret 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar